BIO PROFILE
(Rini Lestari br. Rajagukguk, 173251)
Nama saya adalah Rini Lestari Rajagukguk. Saya lahir di Lawe Perbunga pada tanggal 24 September 1999, pada saat ini saya sedang menjalani usia yang ke 22 tahun. Status saya saat ini ialah sebagai mahasiswa Teologi  di STT HKBP Pematangsiantar. Saya dilahirkan di tengah-tengah keluarga yang sederhana, tinggal di desa dan  mempunyai saudara yang cukup banyak yakni delapan bersaudara dan dari antaranya saya adalah anak ke empat. Saya  tinggal dan dibesarkan di salah satu desa kecil di Kabupaten Aceh Tenggara yaitu desa Cinta Makmur. Nama ayah saya adalah Wadir Aritonang dan ibu saya bernama Suranta Naibaho. Ayah saya berprofesi sebagai guru SD serta  ibu saya adalah seorang ibu rumah tangga dan pekerjaannya adalah  petani. Saya adalah warga jemaat HKBP Immanuel, ressort Lawe Desky, Distrik XII Tanah Alas.
Melihat pentingnnya pendidikan dengan harapan orangtua supaya saya boleh menjadi lebih baik, maka pada tahun 2004 orangtua saya menyekolahkan saya di salah satu sekolah yang dekat dengan rumah tempat tinggal saya yakni di SD Negeri Tanah baru. Di sanalah saya memulai pendidikan dasar/awal. Kemudian pada tahun 2011 saya memasuki pendidikan jejang Menengah Pertama di SMP Negeri 2 Lawe Sigala. Pada tahun 2014 saya juga memasuki pendidikan jenjang  Menengah Atas yakni di SMA Negeri 1 Lawe Sigala. Pada tahun 2017 saya melanjutkan pendidikan di STT HKBP Pematangsiantar.
Dalam segala tahapan pendidikan di atas, juga melihat betapa berharapnya orangtua saya agar saya boleh menjadi anak yang berhasil dan lebih baik dari mereka, maka  dalam benak saya tertanam prinsip hidup. Saya ingin sekali menjadi seorang pendeta yang rendah hati, berkualitas, serta bersahabat kepada banyak orang dan juga mampu membawa perubahan bagi sekitar saya.
Hal itu dapat tercapai dengan berbagai cara yakni seperti dengan serius mengikuti pembelajaran di kampus, belajar dari setiap pengalaman dan menjadikan setiap orang layaknya sahabat, dan  membenahi diri untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih banyak. Tidak takut untuk mengatakan yang benar, tidak takut untuk menjalin komunikasi yang baik dengan orang lain. Semua harapan itu, saya percayakan dan  sampaikan pada Tuhan melalui doa-doa saya dan dengan landasan firman Tuhan yang tertulis sebagai “ayat Sidi/Malua saya”  yakni  1 Yohanes 5:14 :  “Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepadaNya menurut kehendak-Nya.”













Komentar